Akulah Cinta Terbaikmu
“Kesusahan sehari cukup untuk sehari.”
Dalam Doa Bapa Kami tertulis:
“Berikanlah kami pada hari ini makanan yang secukupnya.”
“Daily troubles are enough for the day.”
In the Lord’s Prayer it is written:
“Give us today our daily bread.”
Mengapa tertulis sehari — bukan sebulan, bukan setahun, bukan selamanya?
Karena Tuhan rindu kita bercakap dengan-Nya setiap hari.
Karena Dia suka mendengar suara anak-anak-Nya saat mereka berdoa.
Karena Dia ingin disapa terlebih dahulu sebelum kita memulai hari.
Why is it written one day — not a month, not a year, not forever?
Because God longs to talk with us every single day.
Because He delights in hearing His children when they pray.
Because He wants to be greeted before we begin our day.
🌿 Itulah kasih Tuhan: kasih yang hadir setiap hari.
🌿 That is the love of God: a love that comes every day.
📖 Baca juga artikel lainnya / Read more articles:
👉 Silk & Lounge Special – Ladies in Christ
Dia rindu kita menulis surat cinta ✉️ kepada-Nya melalui doa.
Dan Dia mau berkata:
He longs for us to write a love letter ✉️ to Him through prayer.
And He wants to say:
“Nak, Akulah cinta terbaikmu.
Manusia tidak sempurna, jangan bergantung kepada manusia — nanti kamu akan terus kecewa.
Andalkanlah Aku.
Aku Bapa yang tidak akan memberi batu saat anak-Nya meminta roti.
Jika bapa di dunia saja bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya, percayalah, Aku juga.”“My child, I am your greatest love.
People are imperfect; do not rely on them — you will only be disappointed.
Depend on Me.
I am the Father who will not give a stone when His child asks for bread.
If earthly fathers can give the best to their children, believe Me, I will too.”
Maka cintailah Tuhan dengan segenap hatimu,
dan jangan bersandar pada pengertianmu sendiri.
So love the Lord with all your heart,
and do not lean on your own understanding.
Warm regards,
Jesus Christ
👉 Kirimlah doa sederhana hari ini ✉️, jadikan itu surat cintamu untuk Tuhan. Dia selalu rindu mendengar suaramu.
👉 Send a simple prayer today ✉️, make it your love letter to God. He always longs to hear your voice.
EDITOR Meseenger 23 September 08.35 WIB