📚 The Series of Chinese Wedding Traditions
- Tingjing (提亲) – Lamaran Resmi
ID: Tingjing adalah awal pertemuan resmi antara dua keluarga. Dalam acara ini ada ucapan lamaran, diskusi tanggal baik, pemberian tanda jadi, dan jamuan makan bersama. Tingjing menjadi simbol komitmen bahwa kedua keluarga sudah sepakat dengan rencana pernikahan.
EN: Tingjing marks the first official meeting between the two families. During this event, there are formal words of proposal, discussions of an auspicious date, symbolic gifts, and a family banquet. Tingjing symbolizes the commitment that both families have agreed upon the marriage plan.
- Sangjit (上礼) – Prosesi Seserahan
ID: Sangjit dilakukan 2 minggu hingga 1 bulan sebelum hari pernikahan. Pihak pria membawa baki atau kotak merah berisi babi, kue manis, buah-buahan, perhiasan, teh, pakaian, dan terutama uang susu sebagai bentuk penghormatan pada orang tua pengantin wanita. Sebagian seserahan dikembalikan sebagai tanda berbagi rejeki. Warna merah & emas, serta simbol Double Happiness (囍) menjadi ciri khas prosesi ini.

EN: Sangjit is held 2 weeks to 1 month before the wedding day. The groom’s family brings red trays or boxes containing a pig, traditional cakes, fruits, jewelry, tea, clothing, and most importantly the milk money (nai qian) as respect for the bride’s parents. Some of the gifts are returned as a symbol of sharing blessings. The red & gold colors and the Double Happiness (囍) character are iconic in this procession.
- Ciotao / Cio Tao (梳头礼) – Prosesi Penyisiran Rambut
ID: Cio Tao dilakukan malam sebelum hari H. Rambut calon pengantin disisir empat kali oleh orang tua atau kerabat yang rumah tangganya harmonis. Setiap sisiran disertai doa: panjang umur, pernikahan langgeng, keturunan baik, dan kebahagiaan rumah tangga. Intinya, Cio Tao adalah berkat untuk memasuki fase hidup baru.
EN: Cio Tao takes place on the night before the wedding. The bride and groom’s hair is combed four times by parents or relatives with a harmonious marriage. Each stroke comes with a blessing: long life, lasting marriage, good offspring, and family happiness. Essentially, Cio Tao is a ritual of blessings to enter a new chapter of life.
- Teapai (敬茶) & Pemberkatan – Resepsi
ID: Teapai adalah inti penghormatan, di mana pengantin menyajikan teh kepada orang tua dan keluarga untuk menerima restu, doa, dan hadiah. Setelah itu dilanjutkan dengan pemberkatan yang dilakukan di gereja, vihara, atau pencatatan sipil sesuai keyakinan keluarga. Resepsi menjadi puncak perayaan yang biasanya meriah, dengan hidangan simbolis seperti ikan (keberuntungan), mie panjang umur, dan manisan (kehidupan harmonis). Dekorasi dan hiburan menjadi sarana mengekspresikan kehormatan keluarga

EN: Teapai is the essence of filial respect, where the couple serves tea to their parents and elders to receive blessings, prayers, and gifts. It is followed by the wedding blessing, held at a church, temple, or civil registry depending on the family’s faith. The reception is the peak of celebration, often grand, with symbolic dishes such as fish (prosperity), longevity noodles, and sweets (harmonious life). Decorations and entertainment highlight the honor of the families.
ID: Jelajahi keindahan tradisi Chindo dan maknanya di setiap tahap kehidupan. Ikuti terus konten eksklusif kami hanya di Silk & Lounge.
EN: Discover the beauty of Chinese traditions and their deep meanings in every stage of life. Stay tuned for our exclusive content only at Silk & Lounge.
EDITOR Chindo Teams 24 September 2025 TIME : 11.20 WIB