From a Chicken Coop to a Tycoon: The Success Story of Hermanto Tanoko
Awal yang Sangat Sederhana
Tidak banyak orang percaya jika seorang miliarder bisa lahir dari tempat yang sangat sederhana. Hermanto Tanoko, sosok yang kini dijuluki “Crazy Rich Surabaya”, lahir di Malang tahun 1957, di sebuah rumah kecil yang sekaligus dipakai sebagai kandang ayam. Kondisi inilah yang kemudian menjadi simbol awal perjalanannya yang penuh perjuangan.
Not many would believe that a billionaire could be born in such humble beginnings. Hermanto Tanoko, now known as the “Crazy Rich Surabaya”, was born in Malang in 1957, in a small house that also served as a chicken coop. This condition later became the symbol of his challenging yet inspiring journey.
Belajar dari Keluarga dan Kerja Keras
Baca juga artikel :
Diam Tapi Berdampak: The Hidden Power Behind the Scenes
Ayahnya adalah perantau Tionghoa yang membuka usaha cat kecil bernama Toko Cat Liong Tik Djie. Sejak kecil, Hermanto sudah terbiasa membantu pekerjaan keluarga, dari menjaga toko hingga ikut membersihkan kandang ayam. Dari sini ia belajar arti kerja keras, ketekunan, dan kesabaran.
His father was a Chinese immigrant who opened a small paint business called Toko Cat Liong Tik Djie. From a young age, Hermanto was accustomed to helping with family chores, from keeping the shop to cleaning the chicken coop. This is where he learned the values of hard work, perseverance, and patience.
Avian Brands: Dari Lokal ke Nasional
Jangan lewatkan artikel berikut :
Hard Skill vs Soft Skill – Balancing Humanity in the Age of AI
Perjalanan bisnisnya mulai terlihat ketika ia mengembangkan usaha cat keluarga menjadi merek besar, Avian Brands. Dengan inovasi, manajemen modern, dan strategi pemasaran yang kuat, Avian tumbuh menjadi salah satu produsen cat terbesar di Indonesia.
His business journey took off when he transformed the family paint business into the well-known Avian Brands. Through innovation, modern management, and strong marketing strategies, Avian grew to become one of the largest paint manufacturers in Indonesia.
Diversifikasi ke Tanobel Food
Tidak puas dengan satu sektor, Hermanto masuk ke bisnis minuman dengan mendirikan Tanobel Food. Produk andalannya, Le Minerale dan Cleo, kini bersaing dengan brand global. Strategi ini membuktikan kemampuan Hermanto melihat peluang baru dan menjadikannya kerajaan bisnis multi-sektor.

Not content with one industry, Hermanto expanded into the beverage business by founding Tanobel Food. Its flagship products, Le Minerale and Cleo, now compete with global brands. This strategy proves Hermanto’s ability to identify new opportunities and build a multi-sector business empire.
Filosofi Kesederhanaan
Meski sukses besar, Hermanto selalu menekankan filosofi sederhana: kerja keras, rendah hati, dan berbagi. Dari kisah lahir di kandang ayam hingga menjadi taipan, ia ingin generasi muda percaya bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.
Despite his massive success, Hermanto always emphasizes a simple philosophy: work hard, stay humble, and share. From being born in a chicken coop to becoming a tycoon, he wants the younger generation to believe that limitations are never a reason to give up.
Apakah Anda siap menulis kisah sukses Anda sendiri? Belajar dari Hermanto Tanoko, mulailah dari apa yang ada di tangan, kerja keras, dan jangan pernah takut bermimpi besar.
Are you ready to write your own success story? Learn from Hermanto Tanoko: start with what you have, work hard, and never be afraid to dream big.
Editor Silk & Lounge Teams 29 September 2025 Time : 07.09 WIB