William Soeryadjaya (1922–2010) lahir di Majalengka, Jawa Barat. Ia adalah pendiri Astra International, sebuah perusahaan yang berkembang menjadi konglomerasi besar dengan bisnis otomotif, keuangan, agribisnis, hingga infrastruktur.
Sebagai anak perantau Tionghoa, perjalanan William penuh dengan kerja keras. Ia percaya pada disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Puncak integritasnya terlihat ketika ia rela menjual saham Astra untuk menutup kerugian Bank Summa pada tahun 1992. Meski kehilangan kendali atas Astra, ia dikenang sebagai teladan pengusaha yang mengutamakan kehormatan keluarga dan nama baik.
Dari kisah William, kita belajar bahwa kesuksesan sejati bukan hanya mengukur harta, tapi juga nilai moral dan warisan untuk generasi berikutnya.
William Soeryadjaya (1922–2010), born in Majalengka, West Java, was the founder of Astra International—which grew into a conglomerate spanning automotive, finance, agribusiness, and infrastructure.
As a Chinese-Indonesian entrepreneur, his journey was built on discipline, honesty, and perseverance. His greatest act of integrity came in 1992 when he chose to sell Astra shares to cover the collapse of Bank Summa. Although he lost control of Astra, William is remembered as a businessman who valued family honor and reputation above personal wealth.
His story teaches us that true success is not just measured by riches, but by moral values and the legacy we leave behind.
✨ Terinspirasi dari kisah sukses Chindo?
Ikuti kategori Chindo Culture di Silk & Lounge untuk mengenal lebih banyak cerita penuh nilai dan inspirasi.
EDITOR Zero to Hero 24 September 2025 Time : 11.09 WIB
🔗 Baca selengkapnya di: www.silkylounge.net