Kisah Yusuf adalah kisah seorang pemimpi yang seakan-akan hidupnya seperti dongeng penuh ujian. Bukan dongeng indah yang manis dari awal, tetapi sebuah perjalanan panjang—dari lembah air mata menuju istana kemuliaan.
Joseph’s story is the story of a dreamer—like a fairy tale, yet filled with trials. Not a sweet tale from the beginning, but a journey from the pit of suffering to the palace of glory.
Yusuf lahir dengan mimpi besar dari Tuhan. Ia bermimpi melihat matahari, bulan, dan bintang-bintang sujud kepadanya. Namun mimpi itu justru membuat saudara-saudaranya iri hati. Mereka memberi label: si tukang mimpi.
From a young age, God gave Joseph a dream. He saw the sun, moon, and stars bowing before him. Yet instead of being celebrated, his brothers grew jealous and gave him a label: the dreamer.
Dari seorang anak yang dikasihi ayahnya, Yusuf dijual sebagai budak.
Dari seorang hamba yang setia, ia difitnah oleh istri Potifar.
Dari seorang yang tidak bersalah, ia dijebloskan ke dalam penjara.
From a beloved son, he was sold as a slave.
From a faithful servant, he was falsely accused by Potiphar’s wife.
From an innocent man, he was thrown into prison.

Seakan-akan, seluruh hidupnya hanya tentang hujan, badai, dan kegelapan.
Namun di balik itu semua, Yusuf tidak pernah melepaskan Tuhan.
Label buruk, fitnah, dan kesalahan manusia tidak pernah mampu membunuh janji Tuhan.
📖 “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya.” (Kejadian 39:2)
It seemed like his whole life was only about storms, rain, and darkness.
But behind every pain, Joseph never let go of God.
Human labels, false accusations, and betrayal could never kill God’s promise.
📖 “The LORD was with Joseph so that he prospered, and he lived in the house of his Egyptian master.” (Genesis 39:2)
Dan pada waktu yang telah ditetapkan, Tuhan membalikkan semua keadaan.
Penjara berubah menjadi istana.
Budak itu diangkat menjadi penguasa Mesir.
Si tukang mimpi menjadi penyelamat bagi bangsanya dan bagi keluarganya sendiri.
At the appointed time, God reversed everything.
The prison turned into a palace.
The slave became a ruler.
The dreamer became the savior of nations.
Itulah sebabnya Yusuf disebut The Successful Dreamer.
Bukan karena hidupnya mudah, melainkan karena ia tetap maju—meski hujan turun, badai melanda, dan kegelapan menutup jalan.
Dan ketika langit kembali terang, semua orang tahu: mimpi dari Tuhan tidak pernah gagal.
📖 “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan batal.” (Habakuk 2:3)
That is why Joseph is called The Successful Dreamer.
Not because his life was easy, but because he kept moving forward—through the rain, through the storm, through the night.
And when the sky cleared, everyone saw: God’s dream always comes true.
📖 “For the revelation awaits an appointed time; it speaks of the end and will not prove false. Though it linger, wait for it; it will certainly come and will not delay.” (Habakkuk 2:3)
Mungkin akhir cerita kita tidak menjadi raja seperti Yusuf.
Tetapi satu hal yang pasti: Tuhan sanggup membuat setiap perjalanan hidup kita finishing well—berakhir indah, sesuai rencana-Nya.
📖 “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)
Maybe our story will not end with us becoming rulers like Joseph.
But one thing is sure: God can make every journey of our lives finish well—beautifully, according to His plan.
📖 “And we know that in all things God works for the good of those who love Him, who have been called according to His purpose.” (Romans 8:28)
🌸 Mommy Command (POV)
ID 🇮🇩
Me: Ma, hujan…
Mami: Maju.
Me: Ma, badai…
Mami: Maju.
Me: Ma, gelap…
Mami: Maju.
Sampai akhirnya hujan berhenti, badai mereda, dan langit terang kembali.
Hanya satu komando dari Mami: “Maju…”
📖 “Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau; janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10)
EN 🇬🇧
Me: Mom, it’s raining…
Mom: Go forward.
Me: Mom, it’s storming…
Mom: Go forward.
Me: Mom, it’s dark…
Mom: Go forward.
Until finally the rain stopped, the storm calmed, and the sky turned bright again.
Just one command from Mom: “Go forward…”
📖 “So do not fear, for I am with you; do not be dismayed, for I am your God. I will strengthen you and help you; I will uphold you with my righteous right hand.” (Isaiah 41:10)
Team Banjir Bali 10 September Time : 17.51 WITA