Kalau kita membaca Alkitab, ada satu hal yang menarik: Tuhan tidak menyembunyikan masa lalu orang-orang yang Dia pakai.
David adalah anak bungsu Isai, seorang penggembala domba dari Bethlehem. Namun hidupnya juga mencatat kejatuhan besar: mengambil Bathsheba dan mengatur agar Uria ditempatkan di garis depan peperangan supaya terbunuh.

Jonah adalah seorang nabi Israel, tetapi ketika panggilan datang, ia justru memilih melarikan diri dan menolak pergi ke Niniwe.
Peter hanyalah seorang nelayan biasa, tetapi saat ketakutan datang, ia menyangkal Yesus tiga kali.
Musa
Pernah membunuh orang Mesir karena amarah

Tetapi Tuhan memakainya memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir
Paul the Apostle dahulu dikenal sebagai Saulus, penganiaya jemaat yang mengejar orang percaya.

Yang menarik, Alkitab tidak menuliskan semua itu untuk mempermalukan mereka. Tujuannya bukan membuat daftar dosa dari A sampai Z lalu menunjukinya tanpa henti.
Tujuannya adalah menunjukkan bahwa orang yang dipakai Tuhan juga memiliki kelemahan, dan pertobatan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Lalu jangan terus melihat dosa masa lalu seseorang dan menunjukinya tanpa henti.
Sebab kadang karena kesombongan hati, seseorang dapat melewatkan sesuatu yang baik yang Tuhan ingin sampaikan.
Ketika Tuhan memakai seseorang dengan masa lalu yang berat, mungkin itu juga sedang menguji kerendahan hati orang lain.
“Jika Aku menyuruh seekor keledai berbicara dalam nama-Ku, maukah engkau mendengarnya?”
Bukankah Tuhan pernah memakai keledai untuk menegur Balaam?
Karena pada akhirnya pertanyaannya bukan:
“Siapa yang dipakai?”
Tetapi:
“Siapa yang memilih?”
Karena itu adalah kedaulatan Tuhan.
Pekerjaan Tuhan dan dosa manusia adalah dua sisi yang berbeda. Dosa manusia tidak menggagalkan kedaulatan Tuhan, karena Tuhan tetap dapat bekerja bahkan melalui manusia yang tidak sempurna.
Sebab jika Tuhan menunggu semua manusia menjadi suci terlebih dahulu, mungkin tidak ada satu pun rencana yang berjalan. Sejak manusia jatuh di Garden of Eden, manusia telah bergumul dengan dosa.
Namun yang luar biasa, Tuhan tetap memanggil, membentuk, mengubah, dan memakai manusia.
Bukan karena manusia sempurna.
Tetapi karena kasih karunia-Nya sempurna.
Mari belajar bukan hanya mendengar firman dari orang yang kita sukai, tetapi memiliki hati yang mau diajar Tuhan melalui siapa pun yang Dia pakai.
“Kelembutan hati dan kerendahan hati adalah kerelaan untuk ditegur oleh siapa pun yang Tuhan pakai.”
Karena terkadang pelajaran terbesar datang dari tempat yang paling tidak kita duga.
Editor Silky Growth Together with Christ 24 Mei 2026 19.52 WIB