“Renungan FT hari ini :
“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya…” — Yesaya 40:31
Ketika rajawali mencapai usia tertentu, ia menghadapi masa yang sulit. Paruhnya mulai tumpul, kukunya tidak setajam dahulu, dan bulu-bulunya terasa berat untuk terbang.

Lalu ia memilih menyendiri ke tempat yang tinggi.
Bukan ke keramaian.
Bukan mencari tepuk tangan.
Tetapi ke tempat sunyi.
Di sanalah proses dimulai.
Paruh yang tumpul dihantamkan ke batu.
Kuku-kuku yang lama dilepaskan.
Bulu-bulu yang sudah tidak berguna rontok satu per satu.
Jika gambaran ini diterapkan dalam kehidupan manusia,
proses itu mengajarkan satu hal:
Perubahan hampir selalu menyakitkan.
Tidak ada pertumbuhan tanpa pengorbanan.
Tidak ada pendewasaan tanpa air mata.
Tidak ada kematangan tanpa proses.
Kadang Tuhan mengizinkan kita memasuki musim yang sepi.
Teman-teman yang dulu ada mulai menjauh.
Hal-hal yang dulu kita banggakan mulai hilang.
Kita merasa tidak sekuat dulu.
Tidak secantik dulu.
Tidak sehebat dulu.
Bahkan terkadang merasa tidak layak.
Seperti rajawali yang kehilangan bulunya, kita melihat luka-luka kehidupan:
Pengkhianatan.
Fitnah.
Kegagalan.
Penolakan.
Air mata yang tidak diketahui orang lain.
Ada bekas goresan yang tidak terlihat oleh mata manusia.
Ada doa-doa yang hanya didengar oleh Tuhan.
Ada malam-malam panjang ketika kita bertanya:
“Tuhan, aku harus bagaimana?”

Namun justru di puncak kesendirian itulah Tuhan sering bekerja paling dalam.
Karena Tuhan tidak hanya sedang memperbaiki keadaan kita.
Tuhan sedang membentuk karakter kita.
Tuhan sedang mengajarkan kita untuk bergantung kepada-Nya, bukan kepada kekuatan sendiri.
Mungkin hari ini ada yang sedang berada dalam fase itu.
Merasa sendiri.
Merasa lelah.
Merasa kehilangan banyak hal.
Tetapi jangan menyerah.
Karena setelah musim gugur selalu ada musim bertumbuh.
Setelah malam selalu ada pagi.
Dan setelah proses pembentukan, akan ada kekuatan baru.
Seperti firman Tuhan:
Mungkin saat ini engkau belum terbang.
Mungkin saat ini engkau masih dalam proses.
Tetapi percayalah, Tuhan tidak sedang meninggalkanmu.
Dia sedang mempersiapkanmu.
Dan suatu hari nanti, ketika engkau melihat ke belakang, engkau akan menyadari bahwa luka-luka itu bukan untuk menghancurkanmu.
Melainkan untuk membentukmu menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih dekat kepada Tuhan.
Kadang proses Tuhan terasa menyakitkan. Namun sering kali, di tempat yang paling sunyi itulah lahir versi terbaik dari diri kita.
Editor Growth Together with Christ 10 Juni 2026 10.31 WIB