
Ketika membicarakan tas mewah, nama apa yang pertama kali muncul dalam pikiran Anda?
Hermès dengan Birkin dan Kelly-nya? Louis Vuitton dengan monogram ikonisnya? Atau mungkin Chanel dan Prada yang telah menjadi simbol kemewahan modern?
Namun, tahukah Anda bahwa rumah pembuat barang kulit mewah tertua di dunia yang masih beroperasi hingga sekarang bukanlah Hermès, Louis Vuitton, Prada, ataupun Chanel?
Namanya adalah Delvaux.
Delvaux sendiri secara resmi menyebut dirinya sebagai “The Oldest Fine Leather Goods House in the World
Sebelum Hermès, Sudah Ada Delvaux
Delvaux didirikan oleh Charles Delvaux pada tahun 1829 melalui sebuah bengkel kecil perlengkapan perjalanan di pusat Kota Brussel, Belgia.
Rumah mode ini bahkan lahir satu tahun sebelum Belgia resmi menjadi negara merdeka pada tahun 1830. Delvaux menyebut dirinya sebagai rumah barang kulit mewah tertua di dunia yang terus menjalankan kegiatan produksi sejak didirikan.

Sebagai perbandingan, Hermès baru membuka bengkel pertamanya di Paris pada 1837, sedangkan Louis Vuitton mendirikan rumah produksinya pada 1854.
Jadi, jauh sebelum dunia mengenal tas Birkin, Kelly, ataupun monogram Louis Vuitton, para perajin Delvaux telah lebih dahulu membuat koper dan barang kulit untuk masyarakat kelas atas Eropa.
Pelopor Tas Tangan Mewah Modern
Delvaux bukan hanya lebih tua. Rumah mode asal Belgia ini juga memiliki peranan penting dalam sejarah perkembangan tas tangan modern.
Pada 1908, Delvaux mendaftarkan paten untuk tas kulit mewah bernama Le Princesse,

yang oleh Delvaux disebut sebagai paten tas tangan kulit mewah pertama di dunia.
Pada masa tersebut, perubahan teknologi transportasi mulai mengubah cara manusia bepergian. Kereta api dan kendaraan bermotor perlahan menggantikan kereta kuda. Perempuan juga mulai lebih sering bepergian tanpa harus membawa koper besar.
Dari sinilah tas tangan berkembang menjadi benda yang bukan hanya berfungsi membawa barang, tetapi juga menjadi bagian dari gaya, identitas, dan kedudukan sosial pemiliknya.
Delvaux hadir di tengah perubahan tersebut.
Mengapa Namanya Tidak Seramai Hermès?
Delvaux tidak membangun namanya melalui logo besar yang mudah dikenali dari kejauhan. Desainnya cenderung tenang, terstruktur, dan hanya benar-benar dikenali oleh mereka yang memahami kualitas pengerjaan barang kulit.
Salah satu koleksinya yang paling terkenal adalah Le Brillant, tas berstruktur tegas dengan pengait berbentuk huruf D yang terinspirasi dari nama Delvaux.

Le Brillant adalah model ikonik Delvaux yang diperkenalkan pada 1958. Desainnya terinspirasi oleh Philips Pavilion di World Expo Brussels 1958 yang dirancang oleh arsitek Le Corbusier. Ciri khasnya adalah siluet yang tegas dengan gesper logam berbentuk huruf “D”, yang hingga kini menjadi identitas Delvaux
Tidak semua orang akan langsung mengenalinya.
Namun, justru di situlah letak kemewahannya.
Delvaux tidak berteriak meminta perhatian. Ia tidak memerlukan monogram besar untuk menunjukkan siapa dirinya. Nilainya berada pada sejarah, konstruksi, kualitas bahan, dan keahlian tangan para perajinnya.
Jadi, Anda Old Money?
Istilah old money sering kali disalahartikan sebagai gaya berpakaian menggunakan blazer, sepatu loafer, warna beige, atau membawa tas mahal tanpa logo.
Padahal, old money bukan sekadar estetika.
Kekayaan lama identik dengan sesuatu yang diwariskan: pengetahuan, budaya, etika, kualitas, serta kemampuan memahami nilai suatu benda tanpa harus menunggu orang lain mengenalinya lebih dahulu.
Orang yang benar-benar memahami kemewahan tidak hanya bertanya:
“Merek apa yang paling terkenal?”
Mereka juga bertanya:
“Siapa yang memiliki sejarah paling panjang?”
“Bagaimana benda ini dibuat?”
“Mengapa karya ini mampu bertahan selama hampir dua abad?”
Sebab sesuatu yang populer belum tentu menjadi yang pertama. Sesuatu yang paling banyak dipamerkan juga belum tentu memiliki sejarah paling tua.
Kemewahan Tidak Selalu Bersuara Keras
Delvaux mengajarkan bahwa sebuah rumah mode tidak harus menjadi yang paling ramai dibicarakan untuk memiliki posisi penting dalam sejarah.
Didirikan dari sebuah bengkel perjalanan kecil di Brussel pada 1829, Delvaux mampu bertahan hampir dua abad melalui keahlian, konsistensi, dan identitas yang tidak mudah berubah mengikuti tren.
Mungkin inilah bentuk kemewahan yang sesungguhnya.
Bukan sekadar membeli sesuatu karena semua orang mengenalnya, melainkan memahami nilai di balik sesuatu yang hanya dikenal oleh mereka yang benar-benar mengerti.
Jadi, sebelum Anda mengaku sebagai pencinta gaya old money, cobalah melihat lebih jauh dari sekadar Hermès atau Louis Vuitton.
Karena terkadang, kemewahan tertua tidak berada di tempat yang paling ramai.
Ia bersembunyi dengan tenang di sebuah rumah barang kulit bernama Delvaux.
Old money tidak selalu berbicara tentang apa yang Anda kenakan. Terkadang, ia terlihat dari seberapa dalam Anda memahami sejarah di baliknya.
EDITOR SILKY LOUNGE TEAMS 12 JULI 2026 16.12 WIB