“Satu kata Ibrani yang membantu kita memahami hati Allah.”
Di dalam Alkitab terdapat banyak kata yang diterjemahkan menjadi “kasih”. Namun, ada satu kata Ibrani yang memiliki makna jauh lebih dalam daripada sekadar perasaan, yaitu חֶסֶד (Hesed).
Kata ini muncul lebih dari 240 kali dalam Perjanjian Lama dan menjadi salah satu kata terpenting untuk memahami siapa Allah sebenarnya.
Cara Membaca
Tulisan Ibrani: חֶסֶד
Transliterasi:
Ḥesed atau Chesed
Cara membaca:
KHEH-sed
Huruf pertama adalah ח (Het/Chet), yaitu bunyi tenggorokan yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Karena itu dalam berbagai buku kita dapat menemukan penulisan:
– Hesed
– Chesed
– Ḥesed
Ketiganya merujuk pada kata yang sama.
Apa Arti Hesed?
Tidak ada satu kata Indonesia yang mampu menerjemahkan hesed secara utuh.
Alkitab Indonesia menerjemahkannya menjadi:
– Kasih setia
– Belas kasihan
– Kemurahan
– Kasih
– Kebaikan
Sementara dalam bahasa Inggris sering diterjemahkan sebagai:
– Lovingkindness
– Steadfast Love
– Covenant Love
– Mercy
– Loyal Love
– Faithful Love
Semua terjemahan tersebut benar, tetapi belum sepenuhnya menggambarkan kekayaan maknanya.
Hesed adalah kasih yang tetap setia karena didasarkan pada karakter dan janji Allah, bukan pada kelayakan manusia.
Dengan kata lain:
«Hesed adalah kasih yang memilih untuk tetap mengasihi.»
—
Hesed Berasal dari Hubungan Perjanjian
Inilah yang membedakan hesed dengan kasih biasa.
Dalam Alkitab, hesed hampir selalu berkaitan dengan perjanjian (covenant).
Allah membuat perjanjian dengan:
– Nuh
– Abraham
– Ishak
– Yakub
– Musa
– Daud
– dan akhirnya melalui Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.
Karena Allah adalah Allah yang setia kepada janji-Nya, maka kasih-Nya disebut hesed.
Bukan karena manusia sempurna.
Tetapi karena Allah tidak pernah mengingkari firman-Nya.
—
Hesed Bukan Kasih yang Bergantung pada Perasaan
Kasih manusia sering berubah.
Hari ini mengasihi.
Besok kecewa.
Lusa meninggalkan.
Namun hesed berbeda.
Hesed tetap mengasihi bahkan ketika pihak yang dikasihi gagal.
Itulah sebabnya bangsa Israel berkali-kali jatuh dalam penyembahan berhala, tetapi Allah terus memanggil mereka kembali.
Bukan karena Israel baik.
Melainkan karena Allah adalah Allah yang penuh hesed.
—
Hesed dalam Perjanjian Lama
Keluaran 34:6
«”TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih setia (hesed) dan kesetiaan.”»
Inilah pertama kalinya Allah sendiri menyatakan karakter-Nya kepada Musa.
Perhatikan bahwa Allah tidak pertama-tama memperkenalkan kuasa-Nya.
Ia memperkenalkan kasih setia-Nya.
—
Mazmur 136
Setiap ayat diakhiri dengan kalimat:
«”Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”»
Kalimat ini diulang 26 kali.
Pesannya sederhana:
Kasih Allah tidak pernah habis.
—
Ratapan 3:22–23
«”Tak berkesudahan kasih setia TUHAN.”»
Yeremia menulis ayat ini ketika Yerusalem sedang hancur.
Artinya, bahkan di tengah hukuman, hesed Allah tetap ada.
—
Mikha 6:8
«”…kasihilah kesetiaan (hesed)…”»
Allah bukan hanya memiliki hesed.
Ia ingin umat-Nya hidup dalam hesed kepada sesama.
—
Apakah Hesed Ada di Perjanjian Baru?
Secara bahasa, tidak.
Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.
Karena itu kata Ibraninya tidak muncul.
Namun makna hesed memenuhi seluruh Injil.
Yesus adalah perwujudan kasih setia Allah kepada dunia.
—
Kata Yunani yang Berhubungan dengan Hesed
1. Agape (ἀγάπη)
Kasih tanpa syarat.
Kasih yang rela berkorban.
Contohnya:
«Yohanes 3:16»
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia…”
Agape menjelaskan bagaimana Allah mengasihi.
Hesed menjelaskan mengapa kasih itu tidak pernah berhenti.
—
2. Eleos (ἔλεος)
Artinya:
Belas kasihan.
Kemurahan.
Mercy.
Dalam banyak kutipan Perjanjian Lama, kata hesed diterjemahkan ke dalam Yunani menjadi eleos.
Misalnya:
Matius 9:13
«”Yang Kukehendaki ialah belas kasihan (eleos) dan bukan persembahan.”»
Yesus sedang mengutip Hosea 6:6 yang menggunakan kata hesed.
Artinya, Yesus sedang membawa makna hesed kepada generasi Perjanjian Baru.
—
Yesus Adalah Gambaran Hesed
Ketika perempuan yang kedapatan berzina dibawa kepada Yesus, hukum Taurat menuntut hukuman mati.
Namun Yesus berkata:
«”Aku pun tidak menghukum engkau.”»
Itulah hesed.
Ketika Zakheus ditolak masyarakat…
Yesus justru datang ke rumahnya.
Itulah hesed.
Ketika Petrus menyangkal Yesus tiga kali…
Yesus memulihkannya.
Itulah hesed.
Ketika Yesus berdoa:
«”Ya Bapa, ampunilah mereka…”»
Padahal mereka sedang menyalibkan-Nya.
Itulah puncak hesed.
—
Hesed dan Salib
Di kayu salib kita melihat pertemuan antara:
– keadilan Allah,
– kekudusan Allah,
– dan hesed Allah.
Allah tidak mengabaikan dosa.
Namun Allah sendiri menyediakan korban bagi dosa.
Karena itu salib adalah bukti terbesar dari hesed.
Kasih yang tetap setia meskipun manusia telah memberontak.
—
Hesed dalam Kehidupan Orang Percaya
Karena telah menerima hesed, kita dipanggil untuk:
– mengampuni,
– setia,
– murah hati,
– mengasihi musuh,
– menolong tanpa pamrih,
– memegang janji,
– tetap mengasihi ketika keadaan tidak mudah.
Hesed bukan hanya sesuatu yang kita terima.
Hesed adalah karakter Allah yang ingin dibentuk di dalam hidup kita melalui Roh Kudus.
—
Kesimpulan
Hesed bukan sekadar “kasih”.
Ia adalah kasih yang berakar pada kesetiaan Allah.
Kasih yang tetap bertahan ketika manusia gagal.
Kasih yang tidak dibangun di atas emosi, tetapi di atas janji.
Kasih yang tidak berubah oleh waktu.
Kasih yang dinyatakan secara sempurna melalui Yesus Kristus.
Ketika kita membaca Alkitab dan menemukan kata kasih setia TUHAN, ingatlah bahwa di baliknya terdapat satu kata Ibrani yang sangat kaya makna:
חֶסֶד — Hesed
Kasih Allah yang setia, penuh belas kasihan, tidak pernah meninggalkan, dan tetap memegang perjanjian-Nya untuk selama-lamanya.
EDITOR GROWTH TOGETHER WITH CHRIST 8 JULI 2026 10.37 WIB