God Chooses the Foolish to Shame the Wise
“Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.”
“But God chose the foolish things of the world to shame the wise; God chose the weak things of the world to shame the strong.”
— 1 Korintus 1:27 / 1 Corinthians 1:27
Hikmat Dunia vs Hikmat Allah
Dalam pandangan manusia, ukuran keberhasilan sering ditentukan oleh kepintaran, kekayaan, kekuasaan, atau status sosial. Dunia menghargai mereka yang dianggap bijaksana dan kuat, sementara yang sederhana atau lemah sering dipandang sebelah mata.
Human wisdom vs God’s wisdom
In human eyes, success is often measured by intelligence, wealth, power, or social status. The world values those who seem wise and strong, while the simple or weak are often overlooked.
Namun, Allah bekerja dengan cara yang berbeda. Ia memilih hal-hal yang dianggap bodoh untuk mempermalukan yang bijak, dan yang lemah untuk mempermalukan yang kuat. Inilah paradoks kasih karunia-Nya.
Yet, God works differently. He chooses what seems foolish to shame the wise, and the weak to shame the strong. This is the paradox of His grace.
Tujuan Allah: Meruntuhkan Kesombongan Manusia
Mengapa Allah melakukan ini? Supaya tidak ada seorang pun yang bermegah di hadapan-Nya. Manusia yang mengandalkan hikmat dan kekuatan sendiri cenderung jatuh dalam kesombongan.
God’s purpose: breaking human pride
Why does God do this? So that no one may boast before Him. People who rely on their own wisdom and strength are prone to pride.
Tetapi ketika Allah memakai yang lemah dan hina untuk melakukan perkara besar, jelaslah bahwa semua itu murni karena kuasa-Nya, bukan karena manusia.
But when God uses the weak and lowly to accomplish great things, it becomes clear that it is purely His power, not human effort.
Contoh Nyata dalam Alkitab
Musa: seorang yang gagap, namun dipakai Allah memimpin Israel keluar dari Mesir.
Daud: seorang gembala kecil, tetapi mengalahkan Goliat dan menjadi raja.
Para murid Yesus: nelayan dan pemungut cukai, namun dipakai untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia.
🧐 Baca Artikel: “Jadilah Cerdas dan Bijak dalam Melihat Sesuatu”Real examples in the Bible
Moses: a man with speech difficulties, yet chosen to lead Israel out of Egypt.
David: a young shepherd boy, yet he defeated Goliath and became king.
The disciples of Jesus: fishermen and tax collectors, yet they spread the Gospel to the whole world.
Semua ini membuktikan bahwa kuasa Allah nyata dalam hal-hal yang dunia anggap hina.
All of these prove that God’s power is revealed through what the world considers insignificant.
Allah Memilih yang Tidak Sempurna
Tuhan memilih Rahab, walaupun dia seorang pelacur.
Tuhan memilih Ruth, walaupun dia seorang penyembah berhala.
Tuhan tetap memilih Daud, walaupun Tuhan tahu bahwa kemudian hari ia akan berzinah.

Tuhan memilih Paulus, walaupun ia pernah menganiaya orang Kristen.
Tuhan memilih Yunus, walaupun ia sempat melarikan diri dari panggilannya.

Namun Allah memberitahu Samuel, “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati” (1 Samuel 16:7).
Tuhan pun mengunjungi Zakeus, walaupun dia seorang pemungut cukai.
Allah tidak melihat penampilan luar, melainkan hati manusia (1 Samuel 16:7). Ia tidak mencari yang sempurna, tetapi memilih yang tidak sempurna supaya kuasa-Nya menjadi sempurna.
God chooses the imperfect
God chose Rahab, even though she was a prostitute.
God chose Ruth, even though she was once an idol worshiper.
God still chose David, even though He knew David would later fall into adultery.
God chose Paul, even though he persecuted Christians.
God chose Jonah, even though he ran away from his calling.
God also visited Zacchaeus, even though he was a tax collector.
God does not look at outward appearances, but at the heart (1 Samuel 16:7). He does not seek the perfect, but chooses the imperfect so that His power may be made perfect.
🌿 Baca Artikel: “Mulai Dari Apa Yang Ada”Pesan untuk Kita Hari Ini
- Jangan minder bila merasa kecil atau lemah, sebab kuasa Allah justru sempurna dalam kelemahan kita.
- Jangan sombong bila merasa kuat, sebab semua hanyalah anugerah Tuhan.
- Belajarlah bersandar pada Tuhan, bukan pada hikmat dunia.
Message for us today
- Do not feel inferior if you think you are small or weak, because God’s power is made perfect in weakness.
- Do not be proud if you think you are strong, for everything is God’s grace.
- Learn to depend on the Lord, not on worldly wisdom.
✨ Kesimpulan / Conclusion
1 Korintus 1:27 mengingatkan bahwa Allah berdaulat memilih yang dianggap kecil untuk perkara besar, supaya kemuliaan hanya bagi-Nya. Mari kita rendah hati, agar kuasa-Nya nyata melalui hidup kita.
1 Corinthians 1:27 reminds us that God sovereignly chooses what is small for great purposes, so that the glory belongs to Him alone. Let us remain humble, so His power may shine through our lives
Terima Kasih Have A nice days
Editor Silky Lounge Ladies in Christ September 2025