Renungan FT hari ini :
“Aku dan Bapa adalah satu.”
— The Gospel of John 10:30
Selama bertahun-tahun, banyak orang mengenal Yesus hanya sebagai tokoh agama atau pendiri agama Kristen. Padahal, jika kita membaca Alkitab dengan saksama, kita akan menemukan bahwa Yesus tidak pernah datang untuk mendirikan sebuah agama. Menurut iman Kristen, Ia datang untuk menyelamatkan manusia dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah.

Karena itu, bukalah semua pemahaman yang keliru tentang Yesus. Jangan berhenti pada label atau tradisi. Kenalilah Pribadi-Nya.
Yesus tidak pernah berkata, “Jika seseorang berasal dari agama tertentu, maka ia tidak akan Kuselamatkan.” Sebaliknya, Ia berkata:
“Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” — The Gospel of Matthew 10:32
Perhatikan bahwa Yesus berkata “setiap orang”, bukan “setiap agama.” Undangan-Nya ditujukan kepada setiap manusia yang mau datang kepada-Nya.
Mengapa demikian?
Karena menurut iman Kristen, Yesus bukan sekadar guru moral atau nabi. Ia menyatakan diri-Nya sebagai satu dengan Bapa.
“Aku dan Bapa adalah satu.” — The Gospel of John 10:30
Ketika Filipus meminta agar Bapa diperlihatkan, Yesus menjawab:
“Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.” — The Gospel of John 14:9
Dan sejak awal Injil Yohanes dinyatakan:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah… Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” — The Gospel of John 1:1,14
Inilah dasar mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Firman yang menjadi manusia dan Tuhan yang datang ke dunia untuk menyatakan kasih-Nya.
Karena itu, fokus Injil bukanlah mengajak manusia berpindah label agama, tetapi mengajak setiap orang mengenal Kristus secara pribadi, bertobat, percaya kepada-Nya, dan menerima keselamatan yang Ia sediakan.
Yesus datang untuk menyelamatkan manusia, bukan agama. Keselamatan yang diberitakan-Nya ditawarkan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Mungkin selama ini kita hanya mengenal Yesus dari cerita orang lain, dari tradisi, atau dari berbagai anggapan yang belum tentu benar.
Hari ini, bukalah hati dan lihatlah sendiri siapa Yesus menurut Alkitab.
Pertanyaannya bukan sekadar, “Apa agamamu?”
Pertanyaannya adalah,
“Sudahkah engkau mengenal Yesus secara pribadi?”
“Jesus bukan agama untuk diperdebatkan, tetapi Pribadi yang ingin dikenal. Ia datang bukan untuk menyelamatkan sebuah agama, melainkan untuk menyelamatkan manusia yang percaya kepada-Nya.”
Editor: GROWTH Together with Christ Church Without Walls — One Savior, One Family, One Mission. 27 Juni 2026 11.59 WIB